Mahkamah Agung AS Pertahankan Lisa Cook di The Fed, Upaya Trump Menguasai Fed Tertahan
Mahkamah Agung AS memutuskan pada 29 Juni 2026 dengan suara 5-4 bahwa Lisa Cook dapat tetap menjadi gubernur Federal Reserve selama proses hukum berlanjut. Upaya Donald Trump mencopotnya terbentur perlindungan hukum jabatan gubernur Fed. Putusan ini memperkuat independensi bank sentral. Di Korea, fokus pasar tertuju pada USD/KRW, imbal hasil obligasi AS, aru

Mahkamah Agung Amerika Serikat pada 29 Juni 2026 mengizinkan Lisa Cook tetap menjabat sebagai gubernur Federal Reserve, langsung menahan upaya Presiden Donald Trump mengubah keseimbangan di bank sentral. Putusan 5-4 menegaskan bahwa presiden tidak dapat mencopot gubernur Fed hanya berdasarkan pertimbangan politik. Cook akan tetap berada di dewan selama perkara berjalan dan ikut dalam keputusan suku bunga serta stabilitas keuangan.
Garis Hukum Independensi Fed
Trump mencoba mencopot Cook pada Agustus 2025 dengan alasan dugaan masalah pada dokumen hipotek yang ditandatangani sebelum Cook bergabung dengan Fed pada 2022. Cook membantah tuduhan itu dan menyebut pencopotan tersebut sebagai langkah politik untuk menyingkirkan suara moneter yang independen. Federal Reserve Act membatasi pencopotan gubernur pada kasus yang memiliki alasan. Mayoritas hakim menilai perlindungan prosedural dan peninjauan yudisial tidak dapat dilewati, karena tanpa itu jabatan Fed akan berubah menjadi posisi politik yang bisa dicopot sewaktu-waktu.
Dampak Pasar
Angka kuncinya adalah 5-4. Meski tipis, pesan bagi pasar jelas: Gedung Putih sulit mengubah peta suara Fed dalam waktu singkat. Ini mendukung ekspektasi bahwa keputusan FOMC tetap bertumpu pada inflasi dan data tenaga kerja. Suku bunga AS menjadi harga dasar likuiditas dolar dan menggerakkan imbal hasil Treasury, indeks dolar, serta arus modal ke pasar berkembang. Bagi Korea, dampaknya terlihat pada USD/KRW, arus asing di Kospi, valuasi eksportir, dan keputusan Bank of Korea. Perkara belum selesai, tetapi stabilitas institusi kini menjadi faktor harga sebesar arah suku bunga.
Poin utama
- Mahkamah Agung AS memutuskan pada 29 Juni 2026 dengan suara 5-4 bahwa Lisa Cook dapat tetap menjadi gubernur Federal Reserve selama proses hukum berlanjut. Upaya Donald Trump mencopotnya terbentur perlindungan hukum jabatan gubernur Fed. Putusan ini memperkuat independensi bank sentral. Di Korea, fokus pasar tertuju pada USD/KRW, imbal hasil obligasi AS, aru
- Gunakan isi artikel dan FAQ sebelum bertindak.
- Bandingkan dengan isu terkait di kategori.
Tanya jawab
Apa inti putusan Mahkamah Agung AS?
Lisa Cook boleh tetap menjabat di Federal Reserve selama proses hukum berjalan, dan pencopotan segera tanpa alasan serta prosedur yang memadai dibatasi.
Mengapa ini penting bagi independensi Fed?
Perlindungan hukum bagi gubernur Fed menjaga kebijakan moneter agar tidak mudah diarahkan oleh tekanan politik jangka pendek.
Apa dampaknya bagi pasar Korea?
Fed yang lebih stabil dapat meredakan tekanan pada USD/KRW dan imbal hasil global, tetapi sengketa hukum dan tekanan politik masih dapat memengaruhi arus asing.
Berita terbaru

Pinjaman Stabilitas Hidup untuk Kredit Menengah-Rendah Mulai 29 Juni
Pinjaman stabilitas hidup berbunga menengah akan tersedia mulai 29 Juni melalui enam bank tabungan. Sasarannya adalah peminjam dengan skor kredit di 50% terbawah. Produk ini menawarkan bunga tahunan 5% hingga 15% dan tambahan pinjaman hingga 10 juta won di luar batas pendapatan tahunan.

Kevin Warsh di Fed: Mirip Awal Greenspan, tetapi Ujian Inflasi dan Dolar Berbeda
Kevin Warsh mulai memimpin Fed pada Mei 2026 dan langsung dibandingkan dengan Alan Greenspan pada 1987. Keduanya sama-sama memahami bahasa pasar dan menempatkan kredibilitas bank sentral sebagai aset utama. Namun Warsh menghadapi luka inflasi pascapandemi, tekanan fiskal, dan perubahan rantai pasok. Bagi Korea, won, imbal hasil obligasi, arus asing, dan lind

KB Financial Perluas Keuangan Inklusif dan Kredit Bunga Menengah di Korea
KB Financial Group meningkatkan dukungan keuangan untuk kelompok rentan dan usaha kecil tahun ini. Program ini berpusat pada 3 triliun won keuangan inklusif dan 3,5 triliun won kredit bunga menengah. Tujuannya menekan beban bunga dan memperluas akses ke sistem keuangan formal. Langkah ini penting di tengah suku bunga tinggi di Korea.

Saham Korea Menanti Inflasi dan Tenaga Kerja di Tengah Jual Asing
Pasar saham Korea bergerak volatil akibat kekhawatiran biaya investasi AI dan aksi jual investor asing. Ekspektasi terhadap Samsung Electronics dan SK Hynix masih menopang sektor semikonduktor. Inflasi dan data tenaga kerja pekan ini akan memengaruhi suku bunga, kurs won-dolar, dan arus asing.

Kementerian Tenaga Kerja Korea Promosikan Kim Cho-kyung ke Komisi Seoul
Kementerian Ketenagakerjaan dan Tenaga Kerja Korea Selatan mempromosikan Kim Cho-kyung sebagai anggota tetap Komisi Hubungan Kerja Regional Seoul. Penunjukan ini menekankan kesinambungan mediasi dan putusan sengketa ketenagakerjaan. Bagi perusahaan dan pekerja, kepastian prosedur menjadi faktor utama.

Bursa New York dan Shanghai Menanti Data Kerja AS Juni, Suku Bunga dan Kurs Jadi Fokus
Bursa New York dan Shanghai menjadikan data tenaga kerja nonpertanian AS Juni sebagai sinyal makro utama pekan ini. Pertumbuhan kerja, pengangguran, dan upah dapat mengubah arah suku bunga dan dolar. Di Korea, won, semikonduktor, otomotif, baterai, dan arus asing Kospi menjadi fokus.

Sinyal Kenaikan Suku Bunga Guncang Valas dan Obligasi, Imbal Hasil Naik
Pasar valas dan obligasi bereaksi terhadap sinyal kenaikan suku bunga yang lebih kuat. Imbal hasil obligasi naik karena jalur suku bunga dan risiko inflasi dinilai ulang. Pelemahan won dapat memengaruhi harga impor dan arus investor asing. Fokus pasar tertuju pada inflasi dan komunikasi bank sentral.

Peluang Kenaikan Suku Bunga dan Dividen Bebas Pajak Angkat Saham Finansial
Saham finansial kembali dilirik seiring peluang suku bunga lebih tinggi. Bank berpotensi mendapat margin lebih baik, sementara asuransi dapat menikmati hasil investasi lebih besar. Dividen bebas pajak meningkatkan arus kas setelah pajak bagi investor. Risiko utama tetap kredit bermasalah dan perlambatan ekonomi.